Kampung Sampireun

Garut tak cuma terkenal karena
dodol. Jika mau, Anda bisa
menikmati keindahan alam yang
dimiliki kabupaten di wilayah Jawa
Barat ini. Salah satu lokasi yang pas
untuk wisata adalah di Kampung
Sampireun di Desa Sukakarya,
Kecamatan Samarang.

Keelokan danau seluas 1,4 hektare, hijaunya pepohonan, dengan rumah-rumah
berdinding bambu yang dibangun begitu dekat dengan bibir danau menjadi pemandangan
pertama begitu tiba di lobi kawasan pariwisata ini. Bambu, kayu, dan hijaunya alam
memang menjadi unsur dominan desain di dalam dan luar
pondok-pondok yang disebut cabana dan lanai.

Kampung Sampireun Resor dibangun di antara rerimbunan
taman yang dikelilingi pepohonan bambu, yang membuat
lingkungan terasa lengang tapi nyaman, damai. Tempat
peristirahatan ini didesain dengan nuansa kampung tradisional Sunda. Di sini ada 13
kamar, terdiri dari tujuh kamar Kalapalua Suite, empat kamar Kurjati Suite, sebuah kamar
Waluran Suite dan satu kamar Malajang. Masing-masing memiliki tata ruang yang
menyajikan nuansa pedesaan Bumi Parahyangan.

Seperti pedesaan lain, Anda dapat menatap indahnya
sawah, aktivitas para petani, melihat kerbau tengah
membajak di tengah sawah, dan menatap tangan-tangan
lincah para ibu menampi padi. Yang pasti, sepanjang
perjalanan paru-paru Anda bakal diisi udara segar
pengunungan. Kalau doyan belanja, Anda juga bisa
singgah di Pasar Mangambang.

Di waktu malam, penerangan penginapan ini mengandalkan lampu
teplok dan obor. Tentu saja, ada aliran listrik yang berasal dari
Pembangkit Listrik Tenaga Uap Kamojang. Pengaturan cahaya yan!
g menawan membuat Anda benar-benar serasa tinggal di dusun yang
sepi nan nyaman ditemani suara jangkrik.

Untuk makan malam, Anda bisa menaiki perahu membelah danau
menuju Amanti Kafe “Al Fresco” yang menyajikan masakan khas
Sunda. Dari rumah makan ini terlihat perbukitan Amanti yang menjadikan suasana hangat
dengan penerangan cahaya lilin. Atau bisa juga santap malam di Waroeng Kafe yang
selalu menyajikan hiburan khas Sunda seperti tarian Jaipongan dengan iringan musik
setempat.

Untuk mengusir hawa dingin, pengelola juga menyediakan makanan dan minuman
hangat yang lagi-lagi dibawa dengan perahu. Dengan begitu, Anda bisa menikmati
kudapan hangat di pinggir danau dalam temaram cahaya bintang, lampu teplok, dan obor
yang membuat suasana begitu romantis. Hmm… benar-benar salah satu tempat istirahat
yang bisa melenyapkan ketegangan.

Advertisements

2 responses to “Kampung Sampireun

  1. Kayaknya pernah liat tu tempat . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s